Site Loader

Jakarta – Satgas COVID-19 mengatakan penurunan kasus virus Corona di DKI Jakarta menunjukkan warga telah disiplin dengan protokol kesehatan. Meski demikian, Satgas meminta warga tidak boleh lengah.

“Penurunan kasus COVID-19 di Jakarta menunjukkan bahwa masyarakat DKI Jakarta telah cukup disiplin dalam mematuhi protokol kesehatan 3M. Kami apresiasi pembelajaran yang dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat di Jakarta,” kata Juru Bicara Satgas COVID-19, Wiku Adisasmito, Kamis (12/11/2020).

Wiku mengatakan, jika dalam beberapa minggu ke depan tidak terjadi peningkatan kasus Corona di Ibu Kota, artinya masyarakat sudah bisa beradaptasi pada pandemi Corona. “Jika dalam dalam minggu ke depannya kasus konfirmasi positif tidak sebanyak sebelum libur panjang itu tandanya masyarakat sudah mulai bisa beradaptasi dalam menghadapi pandemi COVID-19. Dan pembelajaran tersebut sudah menuai hasil,” jelasnya.

Wiku meminta masyarakat terus menaati protokol kesehatan. Dia menegaskan warga tidak boleh terlena dan lengah. “Oleh karena itu, satgas terus mendorong masyarakat untuk terus menjalankan protokol kesehatan di mana pun dalam dalam setiap aktivitas yang dilakukan. Dengan demikian penularan dapat terus ditekan sehingga kasus COVID-19 dapat terus menurun. Jangan sampai kita terlena dan lengah sehingga tidak menjalankan protokol ketika mulai beraktivitas,” ungkapnya.

Lebih lanjut, Wiku juga menjelaskan aturan pemberlakuan PSBB transisi di Ibu Kota. Wiku menyebut aturan ini disesuaikan dengan penularan Corona. “PSBB transisi yang dilakukan oleh pemerintah daerah didasarkan pada adanya perkembangan penanganan COVID-19 yang sudah lebih baik dan hal ini tercermin menurunnya kasus positif, meningkatnya angka kesembuhan dan angka kematian yang dapat ditekan,” kata dia.

Selama PSBB transisi ini, Wiku menegaskan bahwa warga harus menjalankan protokol kesehatan selama beraktivitas. Kepada pemerintah daerah, Wiku meminta agar senantiasa memantau perkembangan di lapangan. “Namun demikian pada tahap PSBB transisi ini kegiatan masyarakat harus berpedoman pada protokol kesehatan 3 M serta ketentuan lainnya yang bertujuan untuk memutus mata rantai penularan COVID-19. Satgas daerah perlu mempertimbangkan pembukaan sektor utamanya juga yang memiliki risiko yang menciptakan kerumunan maka dari itu tahapan prinsip pembukaan sektor berdasarkan kondisi COVID-19 ini perlu sangat hati-hati serta terus dievaluasi keadaannya di lapangan,” sebutnya.

Post Author: lpkindowa@gmail.com

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

lpkindowa
lpkindowa
lpkindowa@gmail.com